Wisata Balikpapan Timur


Ada beberapa tempat di Balikpapan yang berpotensi sebagai objek wisata, salah satunya adalah “Mangrove Teritip” atau biasa di sebut Teritip Laut oleh warga sekitar. Posisi terletak di Kecamatan Balikpapan Timur, kelurahan Teritip.Untuk menuju kesana, para pengunjung harus menempuh jarak sekitar 29 kilo dari pusat kota atau sekitar kurang lebih 1 jam perjalanan.

Rute perjalanan tim ekspedisi Majalah Khazanah baru dimulai sekitar pukul 11 pagi dikarenakan cuaca hujan. Posisi wisata inilebih jauh sekitar 2 Kilometer melewati Pantai Lamaru. Akses jalan masuk terletak di sebelah kanan badan jalan tepatnya di tikungan yang lumayan tajam, terdapat papan nama jalan bertuliskan “Jl. Pendopo”. Kondisi jalan Pendopo sendiri masih berupa tanah dan batu kerikil dengan jarak lebih kurang 1 Kilometer. Jika hujan akses jalanpenuh kubangan lumpur yang licin, cukup sulit dilalui jika kondisi hujan.



Di setiap pinggir jalan gang Pendopo ini sudah di pasangi papan penunjuk arah lokasi wisata Mongrove Teritip, disedikakan juga lahan parkir di dekat lokasi wisata, dengan biaya 5 ribu untuk kendaraan roda dua dan 10 ribu kendaraan roda empat. Dari lahan parkir ini perjalanananda harus di lanjutkan dengan berjalan kaki, melewati pematang empang warga, sekitar 200 meter terdapat papan Pemberitahuan milik pemerintah kota dan pintu gerbang menuju hutan mangrove. Masuk kedalam, sepanjang jembatan mata pengunjung mulai di manjakan dengan hijaunya hutan Mangrove, tempat ini cocok untuk berfoto karena suasana sekitar dan ombak yang indah lagi sejuk dipandang.

Di “teritip laut“ ini disediakan 1 buah Pendopo untuk beristirahat sambil menikmati pemandangan laut. Di sebelah timur terdapat menara pengawas yang bias diakses ketika air laut sedang surut. Dari atas menara pengawas anda bisa melihat hamparan lautan dan deretan hutan mangrove di pesisir pantai, pemandangannya sungguh yang luar biasa.



Sayangnya belum banyak yang mengetahui pesona Mangrove Teritip ini, terlebih lagi selain para pemancing yang gemar kesini, sering di dapati remaja sekolah yang menjadikan objek wisata ini sebagai lokasi bolos sekolah dan tempat pacaran. Semoga Pemerintah dan warga setempat lebih memperhatikan keberlangsungan objek wisata ini sebagai kearifan lokal kota Balikpapan.

Reporter: Andra Fachreza Arman