Pemuda Balikpapan Bentuk Aliansi Gerakan


Ahad 4 Desember 2016 pasca aksi bela islam di Jakarta, sembilan perwakilan organisasi Pemuda dan Mahasiswa melakukan musyawarah di Masjid Tarbiyah Balikpapan. Seluruh perwakilan organisasi berkumpul sekitar pukul 20.30 Wita dengan membahas masalah pencekalan peserta aksi damai bela Al-Quran di Jakarta.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut saudara Rahmat yang menjadi salah satu korban pencekalan aparat kepolisian dibandar udara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Balikpapan.

Saudara Rahmat menjelaskan kronologis pencekalan dan penahanan yang ia alami, sebagian kronologis sudah disebarkan di media sosial miliknya. Turut hadir saudara Isman Saleh dari perwakilan tim advokasi hukum dan HAM Pemuda Muhammadiyah. Beliau memaparkan pelanggaran hukum apa saja yang terjadi dalam kasus tersebut, dan bagaimana menyikapinya.

Diakhir pertemuan seluruh organisasi berkomitmen untuk bergabung dan sepakat memberikan nama aliansi tersebut dengan nama "Gerakan Pemuda Bela Islam" atau GPBI. Aliansi ini akan menjadi lokomotif gerakan untuk menangani kasus-kasus yang dianggap merugikan umat dan agama islam.

Dalam keputusan musyawarah tersebut bapak Isman Saleh, S.H, M.H ditunjuk sebagai juru bicara GPBI Balikpapan. Dalam pesan singkat yang kami terima, beliau memberikan beberapa hasil musyawarah yang akan ditindak lanjuti pekan ini:

Assalamu'alaikum. Berikut hasil musyawarah yang telah dicapai Gerakan Pemuda Bela Islam:

1. Meminta klarifikasi (forum tabayun) kepada Satkrimsus Polda terkait dengan pencekalan Saudara RS

2. Membentuk Aliansi yang diberi nama Gerakan Pemuda Bela Islam yang terdiri dari 9 organisasi Pemuda dan Mahasiswa se-Balikpapan

3. Akan menempuh jalur hukum untuk penyelesaian tindakan tidak menyenangkan yang dialami oleh Saudara RS dari petugas Sat. Krimsus Polda Kaltim melalui pelaporan dugaan pelanggaran kode etik maupun secara pidana.

Tertanda
Isman Saleh, S.H, M.H
CP: 0852 4742 4784